Senin, 23 November 2009 - 17:11:15 WIB
Profil Desa Lebak 2 Talang Buruk
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Kurban 1430 H
- Dibaca: 164 kaliHari-hari kita akan dihiasi dengan senyuman jika kita dengan ikhlas membei senyuman pada orang lain. Begitu juga dengan kebahagiaan. Alangkah menyenangkan jika kita bisa memberi kebahagian apalagi di hari raya idul adha ini. Berbagi kebahagiaan dengan orang yang tidak berpunya, akan membuat hati-hati kita merasa tentram.
Untuk Idul Adha tahun ini, Anda dan Dompet Sosial Insan Mulia (DSIM) ingin berbagi kebahagiaan, salah satunya dengan warga kampung Talang Buruk Rt.06 Rt.02 kelurahan Karya baru kecamatan Alang-alang lebar. Mengapa kami, kita atau Anda harus memilih kampung Talang buruk ini?
Dari hasil survei, lokasi talang buruk ini sangat jauh sekali dijangkau. Jika dibilang daerah ini di pedalaman, tidak juga. Lokasinya bisa dikatakan berada di pusat kota. Tetapi untuk sampai ke lokasi ini perjalanannya cukup memakan waktu, terutama daerah yang akan menjadi tempat pendistribusian Tebar Manfaat Qurban (TemanQu) 1430 H ini, nama daerahnya adalah Lebak 2.
Jumlah penduduk yang beragama islam di daerah ini sekitar 25%. Dan keberadaan mereka pun seperti terisolir, yang keberadaannya tidak banyak orang mengetahuinya. Karena itu bantuan yang mungkin saja bisa mereka dapatkan, jarang atau bahkan tidak sama sekali mereka dapatkan.
Profesi penduduknya hampir keseluruhan sebagai buruh lepas. Yang untuk makan pun harus bekerja terlebih dahulu. Andaipun dia seorang pekerja, itu pun hanya di sebuah pabrik kecil yang penghasilannya di bawah UMR dan bagi ibu-ibu, mereka hanya bias bekerja sebagai pembantu rumah tangga, baik itu tukang cuci, tukang gosok, tukang sapu, bahkan sebagai pemberi makan babi. Penghasilan mereka sekitar 300ribuan.
Menurut cerita Kak Yatno (34), "Akses informasi untuk daerah sini terputus, selain lokasi nya yang lumayan jauh, orang pun tidak banyak tahu, kalau di sini ada orang Islam yang perlu kita tolong. Data mengenai jumlah penduduk muslim di daerah ini didapat dari data FAKEM. Total nya terdapat sekitar 107 Kepala Keluarga (KK), belum termasuk KK yang tidak terdaftar dalam FAKEM, tapi kita ketahui kondisinya."
Seperti terlihat di daerah lebak 2 ini, lokasi yang akan menjadi tempat penyembelihan kurban, di sini terlihat sebuh musolah kecil yang baru beberapa tahun yang lalu dibenahi. Musolah Al-Hidayah, sebagai tempat ibadah ini pun dibangun oleh beberapa orang yang menyumbang, ada yang menyumbang kubah, ada yang menyumbang uang sehingga kayu-kayu lama bisa diganti dengan yang lebih baik. Sedangkan pengecatannya baru dilakukan beberapa bulan yang lalu.
Berikut Foto Musholah Al-Hidayah :
Rencananya di daerah Lebak 2 ini, ada sekitar 36 KK yang akan diberikan daging kurban nantinya, daerah ini adalah daerah dengan KK terbesar dibandingkan dengan daerah lain di Talang buruk ini. Kondisi masing-masing warga di sini bisa kita lihat dari kondisi rumah mereka. Andai pun kalau Anda melihat ada beberapa di antara mereka yang memiliki motor, bukan karena mereka mampu membeli atau mereka berlebihan. Tapi karena faktor kebutuhan akan jauhnya rumah mereka untuk ke jalan besar.
Ada juga beberapa dari mereka yang memiliki kambing, contohnya pak Sarnen (53), yang tinggal di sebelah musolah Al-Hidayah ini. Pak Sarnen ini tampak lebih tua dari usia nya, mengapa? Karena ia harus menghidupi 4 orang anak dengan satu istri. Sekarang satu anaknya sudah berkeluarga sehingga pisah rumah dan harus menghidupi keluarganya, dengan kondisi yang tidak jauh beda dengan pak Sarnen ini.
Pekerjaan sehari-harinya hanya sebagai buruh lepas, yang tidak tetap penghasilan perharinya. Itupun kalau ada pekerjaan yang dilakukan. Andaikan tidak, maka dia tidak bekerja, hanya memberi makan kambing nya saja, yang sebenarnya itu adalah pekerjaan tanpa upah yang senantiasa ia lakukan tiap harinya bersama anak bungsu.
Walau pun dua orang anaknya sudah tidak tinggal bersamanya, ia masih saja harus menghidupi istri, dengan ketiga anaknya, serta satu orang cucu. Tapi dua orang anak yang harusnya bisa memberikannya kehidupan dan senyuman padanya, tidak bisa memberikan apa-apa. Karena mereka berdua mengalami gangguan jiwa. Sedangkan si anak bungsu masih duduk di bangku kelas 2 SMP.
Kambing mereka ini lah sebagai tempat kehidupan mereka. Kambing pak Sarnen tidak banyak, itu pun ia dapatkan bukan dari hasil beli, tapi bagi hasil akan kerja keras dia memelihara kambing orang lain. Andaikan ia membutuhkan uang, maka kambing yang ia jual, dengan harga yang tidak terlalu mahal, dari pada tidak ada pengganjal perut.
Itu salah satu realitas kehidupan warga di kampung Talang buruk. Kehidupan satu sama lain mereka hampir sama. Andaikan ada yang hidup berkecukupan dari yang lain, mereka juga tidak bisa memberikan kelebihan itu untuk orang lain, mungkin mereka harus menabung. Orang yang berkurban memang ada, tapi itu tidak tiap tahun, sedangkan penduduk di sini lumayan banyak.
Karena itu para donatur yang dermawan dan murah hati. Mengapa kami, kita atau Anda harus berkurban dan salah satu daerahnya adalah Talang buruk? Itu tidak lebih hanya untuk berbagi sedikit kebahagiaan dengan mereka, agar mereka merasakan kebahagiaan dan senyuman di hari Lebaran. Semoga itu semua bisa bermanfaat bagi mereka, amin. (Nurbaiti)
Dokumentasi Lokasi distribusi Tebar Manfaat Qurban (TemanQu) 1430 H di daerah Lebak 2, Talang Buruk :










Anda pengunjung ke
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Lingkar Sinergi


e-zakat




