Senin, 07 Desember 2009 - 16:19:26 WIB
Kewajiban Asasi Manusia (KAM)
Diposting oleh : Webmaster
Kategori: Hikmah
- Dibaca: 713 kali
"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku" (QS Adz Dzaariyat [51] : 56). Mengapa orang lebih banyak menyuarakan HAM daripada mengkoreksi diri akan kewajiban yang belum tertunaikan? Mengapa mereka mendahulukan hak daripada kewajiban? Mengapa manusia begitu egois dengan kepentingan diri mereka sendiri dan mengabaikan hak Allah dalam dirinya?
Allah menciptakan jin dan manusia semata-mata untuk mengabdi kepada-Nya. Dan inilah kewajiban paling dasar (asasi) dari seorang manusia. Lebih-lebih lagi bagi kita, umat muslim. Andai setiap manusia menyadari akan hal ini, niscaya tidak akan muncul sifat-sifat dengki dan perasaan ingin menghilangkan kenikmatan yang ada pada saudara mereka sendiri. Karena mereka tahu, bahwa ada kewajiban untuk selalu memelihara kebaikan, baik yang ada pada mereka ataupun orang lain.
Demi mencapai pengabdian ini, kita sebagai seorang muslim sejati, diberikan rambu-rambu berupa pengajaran agama dalam mengarungi arus kehidupan. Ketiga rambu tersebut saling melengkapi, sebagaimana sifat Islam itu sendiri, rahmatan lil alamin. Vertikal, horizontal dan holistik.
Rambu Pertama : Hablum minalllah, kewajiban kepada Allah swt
"...dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun". (QS. Al Baqarah [2] : 235)
Kewajiban kepada Allah merunut apa yang disampaikan dalam Kitabullah, dan dijelaskan dalam hadis Rasulullah saw. Kewajiban tersebut masuk dalam rukun Islam; bersyahadat, mendirikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, membayar zakat, dan naik haji bagi yang berkemampuan. Dan beberapa kewajiban tambahan lainnya yang berupa ahlak kepada Allah, yakni ; mencintai Allah dan Rasul-Nya, Ikhlas dengan ketentuan Allah, wara', senantiasa merasa diawasi, serta berserah diri setelah melakukan upaya optimal.
Rambu Kedua : Hablum minannas, kewajiban kepada sesama manusia
"Ada tiga hal yang di dalamnya orang akan merasakan manisnya iman, yaitu pertama : Menjadikan Allah dan RasulNya lebih dicintai dari yang lainnya, kedua: Mencintai orang karena Allah dan ketiga :Tidak ingin kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan Allah darinya. Sebagaimana dia tidak ingin dicampakkan ke dalam Neraka" (Mutaffaqun 'alaih)
Maka, kewajiban manusia terhadap manusia lainnya adalah mencintai orang lain karena Allah swt. Kita ridha dengan orang yang ridha dengan perintah Allah. "Allah telah berfirman, Orang-orang yang saling mencintai karena kebesaran-Ku akan mendapatkan mimbar dari nur yang sangat diinginkan oleh para Nabi dan para Syuhada" (HR.Imam Tirmidzi)
Kewajiban yang lainnya, tidak memutuskan hubungan dengan saudaranya dan tidak mendiamkannya, berwajah ceria ketika berjumpa dengan saudaranya, pemaaf, saling berbagi nasihat, lemah-lembut, tidak menggunjingkan mereka serta mendoakan saudaranya dari kejauhan.
Rambu Ketiga : Hablum minal alam
"Telah timbul kerusakan di darat dan di laut karena ulah tangan-tangan manusia, sehingga Allah memberikan kepada mereka sebagian (akibat) dari perbuatan mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar". (QS. Ar Rum : 41)
Kewajiban asasi ketiga adalah menjaga hubungan dengan alam agar tetap harmonis. Suka tidak suka, saat-saat sekarang, kita telah merasakan efek dari pemanasan global. Ditandai dengan cuaca yang tidak lagi dapat ditebak, panas ekstrim dan banjir dahsyat di dua tempat berbeda dan sebagainya. Semua akibat terganggunya keseimbangan alam akibat sifat rakus manusia yang senantiasa melampaui batas. Maka dari sekarang mulailah bersikap bijak, agar tidak mendatangkan murka Allah. (KJ-04)







Anda pengunjung ke
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Lingkar Sinergi


e-zakat




